Dataradio.id| Bedahan
Warga RT 03/RW 03, Jalan Bungsan, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok menghentikan mobil dump truk pengangkut tanah merah dari proyek perumahan yang melintas di lingkungan mereka.
Aksi tersebut dipicu kerusakan jalan lingkungan serta debu tebal yang dinilai mengganggu keselamatan dan kesehatan warga. Lalu lalang kendaraan berat disebut menyebabkan badan jalan retak, amblas, hingga berlubang. Saat hujan turun, jalan menjadi licin dan rawan kecelakaan. Sebaliknya, ketika cuaca panas, debu beterbangan dan mengganggu aktivitas warga.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Bedahan, Rizal Antoni, menegaskan warga mengajukan tiga tuntutan yang wajib dipenuhi pengembang.
“Diketahui akses jalan warga RT 03/03 banyak yang rusak akibat aktivitas galian tanah merah dari perumahan. Warga menuntut tiga hal yang wajib dilaksanakan oleh pengembang,” ujar Rizal yang akrab disapa Bule, pada Senin (23/2/2026).
Adapun tiga tuntutan tersebut yakni pembangunan turap di bekas galian, perbaikan atau betonisasi jalan yang rusak, serta perapihan akses Jalan Bungsan yang terdampak aktivitas proyek.
Rizal menjelaskan, sebelum aksi penghentian truk dilakukan, aktivitas galian sempat dihentikan oleh BKO Satpol PP Kecamatan Sawangan dan lokasi dipasangi garis penutupan (Satpol PP line). Namun, proyek kembali berjalan tanpa penjelasan terbuka kepada warga.

“Sebelumnya sudah dihentikan dan dipasang garis Satpol PP. Tetapi kenapa aktivitas masih terus berjalan? Ini yang menjadi tanda tanya besar bagi warga,” tegasnya.
Ia juga mempertanyakan pencabutan garis penutupan tersebut. “Pencabutan Satpol PP line ini dilakukan oleh pihak Satpol PP, bukan oleh pengembang. Ini juga menjadi pertanyaan bagi warga sekitar,” tambahnya.
Warga mendesak pengembang bertanggung jawab penuh atas kerusakan infrastruktur. Rizal menegaskan, jika sebelumnya kondisi jalan baik, maka pengembang wajib mengembalikannya seperti semula.
“Dari awal jalan itu bagus. Kalau sekarang rusak akibat aktivitas mereka, ya wajib diperbaiki kembali hingga bagus seperti semula,” katanya.
Ia juga menyebut akses menuju perumahan GMS sebelumnya diklaim sebagai bagian dari jalur perumahan.
Keluhan serupa disampaikan Dika, seorang pengemudi ojek online yang kerap melintas di kawasan tersebut. Ia mengaku kondisi Jalan Bungsan hingga Jalan Kandang Kuda sangat memprihatinkan.
“Saya tidak tahu proyeknya di mana. Yang jelas jalan ini setiap saya lewat sangat berdebu dan licin kalau hujan. Ditambah lagi jalannya banyak yang amblas dan retak,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengembang maupun Satpol PP Kecamatan Sawangan belum memberikan keterangan resmi terkait kelanjutan aktivitas proyek dan tuntutan warga.(nez)


