Dataradio.id| Depok
Sebanyak 360 pemain angklung memeriahkan ajang Harmoni Angklung Depok 2026 yang digelar di Depok Town Square (Detos), Depok, pada Minggu (11/10/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi komunitas angklung untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkuat upaya pelestarian seni dan budaya tradisional Indonesia.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI Muhammad Qodari, Ketua Umum PWI Pusat Ahmad Munir, Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok Manto, Ketua PWI Kota Depok Rusdi Nurdiansyah, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam kompetisi tersebut, Kenanga Angklung dari Tangerang Selatan, Banten, berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua diraih Symponi Gladio dari Sukmajaya, Depok, sedangkan juara ketiga diraih Happy Rivaria Sawangan, Depok.
Koordinator Kenanga Angklung, Lina Dahlan, mengatakan kelompoknya telah mempersiapkan diri selama satu bulan menjelang perlombaan dengan delapan kali pertemuan latihan.
“Latihan rutin kami setiap Sabtu pukul 10.00 hingga 12.00 WIB di wilayah Tangerang Selatan. Anggota kami merupakan alumni Bank Mandiri yang berdomisili di Tangerang Selatan,” ujar Lina.
Ia menjelaskan, Kenanga Angklung dibentuk pada Juni 2024. Keikutsertaan dalam Harmoni Angklung Depok 2026 menjadi pengalaman pertama mereka mengikuti kompetisi di luar lingkungan komunitas alumni Bank Mandiri.
Sebelumnya, kelompok tersebut juga pernah mengikuti perlombaan di lingkungan komunitasnya dan berhasil meraih juara pertama. Keberhasilan di Depok menjadi pencapaian tersendiri karena mereka harus bersaing dengan peserta dari komunitas lain.
“Ini merupakan kejuaraan pertama kami di luar lingkungan alumni Bank Mandiri. Alhamdulillah, kami bisa ikut secara umum dan berhasil meraih juara pertama,” katanya.
Lina berharap prestasi tersebut dapat memotivasi komunitas angklung lainnya untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan, termasuk mempelajari teknik bermain berdasarkan notasi musik.
“Kami mengimbau teman-teman di komunitas angklung agar terus belajar, sedikit demi sedikit, termasuk mempelajari notasi. Dengan begitu, kita ikut menjaga dan melestarikan budaya Indonesia melalui angklung,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua PWI Kota Depok Rusdi Nurdiansyah mengatakan kegiatan Harmoni Angklung Depok 2026 berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 16.30 WIB. Menurutnya, ajang tersebut memberikan ruang bagi para pemain angklung untuk menampilkan kemampuan sekaligus mempererat kebersamaan antarkomunitas.
Rusdi berharap penyelenggaraan berikutnya mendapat dukungan yang lebih besar dari Pemerintah Kota Depok maupun pihak sponsor agar kegiatan tersebut dapat berkembang dan menjangkau lebih banyak peserta.
Ia juga mendorong agar kompetisi angklung pada masa mendatang tidak hanya melibatkan kelompok ibu-ibu, tetapi turut membuka kesempatan bagi pelajar SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa.
“Ke depan, kami berharap lomba angklung tidak hanya untuk ibu-ibu, tetapi juga melibatkan anak-anak, remaja, pemuda, dan mahasiswa. Bisa dibuat beberapa kategori agar semua kalangan memiliki kesempatan untuk berpartisipasi,” kata Rusdi.
Menurutnya, perluasan kategori peserta dapat menjadi salah satu langkah untuk mengenalkan angklung kepada generasi muda sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni tradisional sejak dini.
Rusdi berharap gagasan tersebut dapat direalisasikan melalui kolaborasi antara PWI Kota Depok, pemerintah daerah, komunitas seni, dan para sponsor.
“Kami berharap ada dukungan dari Pemerintah Kota Depok untuk penyelenggaraan Harmoni Angklung berikutnya. Cita-cita kami, kegiatan ini bisa berkembang menjadi lomba angklung tingkat Kota Depok, bahkan hingga tingkat Nusantara,” ujarnya.
Melalui Harmoni Angklung Depok 2026, penyelenggara berharap angklung tidak sekadar menjadi pertunjukan seni, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya, ruang kreativitas lintas generasi, serta bagian dari upaya menjaga warisan budaya Indonesia agar tetap hidup di tengah masyarakat.(nez)


