Dataradio.id| Jakarta
Peluncuran INKOPPAS Link menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan koperasi sekaligus membantu pedagang pasar rakyat beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Kehadiran platform tersebut diharapkan tidak hanya membuat transaksi lebih praktis, tetapi juga mendukung pembukuan, layanan keuangan koperasi, hingga sistem pembayaran digital.
Ketua INKOPPAS Cibubur, Kusnadi, mengatakan transformasi digital merupakan bagian dari tuntutan zaman yang tidak dapat dihindari. Menurutnya, pedagang pasar rakyat perlu memperoleh akses terhadap teknologi agar mampu mengikuti perubahan kebiasaan konsumen.
Masyarakat saat ini semakin terbiasa mencari informasi produk, berkomunikasi dengan penjual, hingga melakukan pembayaran melalui perangkat digital. Karena itu, pasar rakyat juga perlu memiliki kemampuan untuk memberikan pelayanan yang sesuai dengan perkembangan tersebut.
Namun, Kusnadi menegaskan bahwa modernisasi pasar tidak boleh menghilangkan karakter utama pasar tradisional yang selama ini menjadi kekuatan, yakni interaksi sosial, kedekatan antara pedagang dan pembeli, serta budaya tawar-menawar.
Ia berharap implementasi INKOPPAS Link dikawal secara berkelanjutan sehingga tidak berhenti sebagai kegiatan peluncuran semata.
“Kawal terus program ini agar tidak terhenti sebatas seremoni, tetapi benar-benar diterapkan dan memberi manfaat nyata bagi naiknya kelas pedagang kecil kita,” ujar Kusnadi.
Sekretaris Umum INKOPPAS, Andrian Lame Muhar, menjelaskan bahwa peluncuran INKOPPAS Link memiliki arti penting bagi perjalanan organisasi. Terlebih, INKOPPAS akan memasuki usia 29 tahun pada 19 September 2026, sejak organisasi tersebut berdiri pada 1997.
Andrian mengatakan INKOPPAS selama ini menaungi lebih dari 2.000 koperasi pedagang pasar di seluruh Indonesia. Dalam menjalankan koordinasi dan distribusi informasi, sebagian proses masih dilakukan secara manual.
Salah satu contohnya adalah komunikasi mengenai kebutuhan dan penyaluran komoditas yang masih banyak mengandalkan komunikasi langsung melalui telepon dengan ketua Puskopas di daerah.
Pola tersebut dinilai memiliki keterbatasan ketika organisasi harus mengelola jaringan koperasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.”. Ujar Adrianus Lame Mohar.
Mewakili Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang berhalangan hadir, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro Kementerian Koperasi, Ruli Nuryanto, memberikan apresiasi atas peluncuran INKOPPAS Link.
Ruli menyebut lahirnya platform tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat adaptasi koperasi pedagang pasar terhadap perkembangan teknologi.
Ia juga mengungkapkan bahwa INKOPPAS Link terwujud sekitar lima bulan setelah penandatanganan kerja sama INKOPPAS dengan PT Bank Tabungan Negara (BTN) pada April 2026.
Menurut Ruli, digitalisasi menjadi salah satu strategi yang perlu dilakukan pelaku usaha pasar rakyat untuk menghadapi persaingan perdagangan yang semakin dinamis.
“Digitalisasi ini merupakan salah satu senjata dan strategi penting bagi kita semua ketika menghadapi persaingan,” ujar Ruli.


