Penggali Makam Bantah Isu Pocong di Pasir Putih Sawangan: “Itu Hoaks, Hasil Editan”

drnews
By drnews
3 Min Read

Dataradio.id| Pasir Putih

Isu penampakan pocong yang viral di wilayah Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, kembali dibantah oleh warga setempat. Seorang penggali makam di TPU Pasir Putih menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar dan hanya berasal dari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Buluk nama panggilannya, yang telah bekerja selama beberapa tahun itu, tidak pernah ada kejadian jenazah bangkit atau gentayangan seperti yang beredar di media sosial. Ia menyebut video dan foto yang viral kemungkinan besar merupakan hasil editan.

“Kalau dibilang ada pocong gentayangan, mohon maaf, itu cuma isu. Bisa saja itu hasil editan,” ujarnya saat di temui wartawan, pada Jumat (24/4/2026)

Ia menjelaskan, dalam proses pemakaman, jenazah yang baru dimakamkan umumnya masih dalam kondisi berat dan tidak mungkin bergerak seperti yang digambarkan dalam isu tersebut. Bahkan, dalam jarak beberapa hari setelah pemakaman, kondisi jenazah sudah mengalami perubahan alami.

“Baru tiga hari saja kalau digali lagi sudah bau. Itu proses alamiah. Jadi tidak mungkin seperti yang diceritakan,” katanya.

Penggali makam tersebut juga mengungkapkan bahwa selama masa pandemi Covid-19, ia telah menangani ratusan hingga ribuan pemakaman. Namun, tidak pernah sekalipun ia menyaksikan kejadian mistis seperti pocong yang bangkit atau mendatangi warga.

“Zaman Covid itu bukan satu dua jenazah yang saya makamkan, sudah ratusan bahkan ribuan. Tapi tidak pernah ada kejadian seperti itu,” tegasnya.

Ia menilai, maraknya isu tersebut kemungkinan dipicu oleh keinginan pihak tertentu untuk menarik perhatian di media sosial. Selain itu, kemudahan teknologi saat ini membuat manipulasi foto dan video semakin mudah dilakukan.

“Sekarang orang mudah mengedit. Bisa saja dibuat seolah-olah nyata supaya viral,” tambahnya.

Terkait isu adanya jenazah yang dikuburkan tanpa melepas tali kafan, ia membenarkan hal tersebut pernah terjadi. Namun, keputusan itu diambil atas permintaan keluarga dan menjadi tanggung jawab pihak yang memimpin prosesi pemakaman.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak ada kaitannya dengan isu pocong gentayangan.

Ia juga mengaku kerap beraktivitas hingga larut malam di sekitar area pemakaman, termasuk memancing, namun tidak pernah mengalami kejadian aneh.

“Saya sering di sini sampai malam, bahkan sampai jam dua pagi. Tidak ada apa-apa,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyayangkan beredarnya isu yang dinilai meresahkan masyarakat sekaligus tidak menghormati almarhum yang telah dimakamkan.

“Kasihan keluarga dan almarhum. Warga juga jadi resah, padahal tidak ada kejadian seperti itu,” kata Buluk.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya dan tidak ikut menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.

“Intinya, video yang beredar itu hoaks. Tidak ada pocong gentayangan di sini,” pungkasnya.(nez)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses