Dataradio.id| Depok
Ketua Panitia Lebaran Depok 2026, H. Hamzah, menegaskan bahwa penyelenggaraan Lebaran Depok bukan sekadar perayaan, melainkan upaya melestarikan tradisi budaya masyarakat asli Depok. Hal tersebut disampaikan saat kunjungannya ke Kantor PWI Kota Depok, pada Rabu (15/4/2026).
Dalam keterangannya kepada wartawan, Hamzah menyebut dirinya ditunjuk langsung oleh Wali Kota Depok sebagai Ketua Panitia, dengan surat keputusan resmi yang telah ditandatangani. Ia menilai penting memberikan penjelasan kepada publik melalui media guna memastikan seluruh proses dan penggunaan anggaran berjalan transparan.
Menurut Hamzah, Lebaran Depok merupakan tradisi turun-temurun masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Tradisi tersebut mencerminkan berbagai aktivitas khas masyarakat Depok tempo dulu yang sarat nilai kebersamaan dan gotong royong.
“Lebaran Depok ini adalah upaya melestarikan budaya orang Depok agar tidak hilang. Dulu, masyarakat memiliki berbagai tradisi unik menjelang Idul Fitri, dan itu yang kita hidupkan kembali,” ujarnya.
Tahun ini, Lebaran Depok mengusung tema “Depok Rumah Kita”, yang mencerminkan keberagaman budaya di Kota Depok. Tidak hanya budaya Betawi dan Sunda, tetapi juga budaya dari berbagai daerah seperti Padang, Batak, Aceh, Makassar, hingga Jawa.
Rangkaian kegiatan akan dimulai pada 5 Mei 2026 dengan tradisi ngubek empang yang digelar serentak di tiga wilayah, yakni Kecamatan Tapos, Cipayung, dan Sawangan. Kegiatan ini menggambarkan tradisi masyarakat yang memanen ikan dari empang menjelang lebaran.
Selanjutnya pada 6 Mei, akan digelar kegiatan membersihkan peralatan rumah tangga sebagai simbol penyucian diri menyambut hari raya. Acara ini juga dimeriahkan dengan pentas seni budaya Nusantara dan berbagai perlombaan di Alun-Alun Grand Depok City (GDC).
Pada hari ketiga, 7 Mei, panitia menghadirkan tradisi andilan atau patungan untuk memotong kerbau, yang kemudian dinikmati bersama masyarakat. Tradisi ini mencerminkan semangat kebersamaan warga Depok tempo dulu.
Selain itu, masyarakat juga akan disuguhkan kegiatan seperti pasar penghabisan, penyajian kuliner khas, hingga tradisi berbagi makanan menggunakan rantang kepada keluarga dan kerabat.
Puncak acara akan berlangsung pada 9 Mei 2026 melalui pawai budaya yang menampilkan beragam kesenian dari seluruh Nusantara. Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol bahwa Depok adalah rumah bagi berbagai budaya di Indonesia.
Hamzah juga menegaskan bahwa seluruh kegiatan yang melibatkan artis ibu kota tidak menggunakan anggaran APBD. Menurutnya, pendanaan tersebut sepenuhnya berasal dari sponsor.
“Tidak ada sepeser pun dari APBD untuk artis. Anggaran yang ada difokuskan untuk kegiatan budaya,” tegasnya.
Lebaran Depok 2026 sendiri merupakan bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok, yang puncaknya akan digelar pada 3 Mei 2026.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap Lebaran Depok tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu memperkuat identitas budaya serta mempererat kebersamaan warga di tengah keberagaman Kota Depok.( nez)


