Dataradio.id| Jakarta
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsda TNI Mohammad Syafii, memberikan apresiasi atas peluncuran buku karya Potensi SAR dalam rangka Jambore Potensi SAR 2026 yang berlangsung di PIK Avenue, Jakarta, pada 13–16 Februari 2026.
Menurutnya, buku tersebut menjadi kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan kapasitas pencarian dan pertolongan di Indonesia.
Dalam sambutannya, Kabasarnas menilai kehadiran buku itu mencerminkan peran strategis Potensi SAR, tidak hanya dalam aspek operasional, tetapi juga dalam pengembangan pemikiran, pengetahuan, dan budaya kesiapsiagaan. Ia menegaskan, penguatan kapasitas sumber daya manusia SAR harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan, pengalaman lapangan, serta pengayaan literasi kebencanaan.
“Materi yang disajikan sejalan dengan arah kebijakan Basarnas dalam meningkatkan kesiapsiagaan nasional dan memperkuat sinergi dengan Potensi SAR,” ujarnya.
Buku tersebut ditulis oleh sejumlah praktisi dan akademisi dari latar belakang berbeda. Salah satunya, Prof. Dr. Ir. Arief Wibowo, M.Kom, Guru Besar Teknologi untuk Krisis dan Bencana dari Universitas Budi Luhur, yang dikenal aktif mengembangkan pendekatan akademik dan inovasi teknologi dalam penanggulangan krisis dan bencana.
Penulis lainnya adalah Kolonel Kav Agung Nur Cahyono, S.I.P., M.Tr.(Han) dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Ia memiliki pengalaman kewilayahan dan kebencanaan serta berperan dalam penguatan kesiapsiagaan dan dukungan TNI dalam penanggulangan bencana sebagai bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Selain itu, Agus Wiradi, pegiat kebencanaan dari Cakrawala Disaster Response, turut menjadi penulis. Komunitas tersebut telah terlibat dalam berbagai operasi SAR dan kegiatan kebencanaan di sejumlah wilayah. Pengalaman lapangan yang dimilikinya memperkuat substansi buku agar tetap kontekstual dan aplikatif bagi relawan maupun Potensi SAR di tingkat komunitas.
Secara komprehensif, buku ini membahas manajemen kesiapsiagaan, penguatan kapasitas komunitas, serta peran masyarakat dalam menghadapi situasi yang membahayakan keselamatan manusia. Substansinya menitikberatkan pada kesiapan menghadapi kecelakaan, kegawatdaruratan, dan bencana sebagai bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan pencarian dan pertolongan secara nasional.
Agus Wiradi berharap buku tersebut dapat menjadi referensi bagi Potensi SAR, relawan, aparatur pemerintah, serta masyarakat luas dalam membangun kesiapan menghadapi situasi darurat.
Peluncuran buku ini menjadi salah satu agenda penting dalam Jambore Potensi SAR 2026, yang bertujuan memperkuat soliditas, kompetensi, dan peran aktif Potensi SAR sebagai mitra strategis pemerintah dalam penyelenggaraan pencarian dan pertolongan di Indonesia.(dr)


