HUT ke-27 Kota Depok Tercoreng, Jalan Rusak di Sawangan Village Picu Kecelakaan dan Desakan Warga

Supiyadi Ahmad
4 Min Read
Pengendara dari arah kelurahan Bedahan saat melintasi Jalan Sawangan Village yang rusak parah.

Dataradio.id| Bedahan

Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok justru diwarnai sorotan tajam terhadap buruknya infrastruktur. Kondisi jalan rusak parah di Perumahan Sawangan Village, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, memicu keresahan warga karena tak kunjung diperbaiki, meski telah berulang kali menimbulkan kecelakaan hingga korban jiwa.

Jalan yang dipenuhi lubang itu berubah menjadi becek dan licin saat hujan, serta berdebu saat kemarau. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga merusak kendaraan warga yang melintas setiap hari.

Ketua lingkungan pun mendesak Pemerintah Kota Depok, khususnya Wali Kota Depok, segera turun tangan dan bertindak tegas terhadap pihak pengembang yang dinilai lalai menjalankan tanggung jawabnya.

Ketua RW 15 Sawangan Village, Faisal, mengaku kesabaran warga telah habis menghadapi sikap developer yang dinilai terus mengulur waktu dengan alasan klasik.

“Saya sudah beberapa kali berkomunikasi dengan pihak developer, tapi alasannya selalu soal anggaran dan BAST. Sementara warga terus dirugikan. Kami tidak butuh alasan lagi, kami butuh tindakan,” tegas Faisal.

Menurutnya, warga bahkan terpaksa melakukan perbaikan sementara secara swadaya demi mengurangi risiko kecelakaan. Namun, langkah tersebut tidak menjadi solusi jangka panjang.

“Kami sudah tambal sulam pakai dana pribadi warga. Tapi ini bukan tanggung jawab kami sepenuhnya. Dalam momentum HUT Kota Depok, kami minta Pemkot segera turun tangan,” ujarnya.

Senada, Ketua RT 01, Ahmad Iyan, menyebut kondisi jalan semakin memprihatinkan dari waktu ke waktu. Ia menegaskan, saat hujan jalan berubah menjadi kubangan lumpur, sementara saat panas dipenuhi debu tebal.

“Kalau hujan becek dan licin, kalau panas berdebu. Ini sangat parah dan membahayakan pengguna jalan,” katanya.

Iyan juga menyoroti belum adanya realisasi dari pihak terkait, termasuk janji yang pernah disampaikan saat masa kampanye. Hingga kini, menurutnya, belum ada langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa kerusakan jalan tersebut telah menyebabkan sejumlah kecelakaan, bahkan hingga menelan korban jiwa.

“Sudah ada korban meninggal dunia dan beberapa luka-luka. Ini bukan hal sepele, ini menyangkut keselamatan,” tegasnya.

Warga, lanjut Iyan, sebenarnya telah berupaya mandiri dengan mengumpulkan dana hingga sekitar Rp60 juta untuk pengaspalan. Namun, perbaikan itu tidak bertahan lama dan kembali rusak akibat faktor cuaca.

“Kalau terus mengandalkan swadaya warga, jelas tidak kuat. Ini seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah dan pihak terkait,” ujarnya.

Keluhan pun disebut telah berkali-kali disampaikan ke pihak kelurahan hingga instansi terkait. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut yang nyata. Ketua lingkungan menilai diperlukan intervensi langsung dari Pemerintah Kota Depok untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara tuntas.

Selain itu, ketua RT juga menyinggung janji politik yang pernah disampaikan calon Wali Kota Depok, Supian Suri terkait penyelesaian masalah infrastruktur di kawasan tersebut, yang hingga kini belum terealisasi.

Di tengah perayaan hari jadi kota, Iyan berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi jalan yang memprihatinkan. Iyan menegaskan, perbaikan infrastruktur harus menjadi prioritas utama karena dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Jangan sampai HUT kota hanya jadi seremoni. Kami ingin bukti nyata. Jalan ini harus segera diperbaiki,” pungkas Iyan.(nez)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses