Kantor Kelurahan Nyaris Roboh, LPM Sawangan Baru Desak Pemkot Depok Bertindak

Supiyadi Ahmad
3 Min Read
Musrenbang Tingkat Kecamatan Sawangan

Dataradio.id| Sawangan

Usulan pembangunan Kantor Kelurahan Sawangan Baru kembali mencuat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Sawangan yang digelar di Aula Kecamatan Sawangan, pada Kamis (5/2/2026). 

Dikesempatan itu, ketua LPM menyoroti kondisi fisik gedung kelurahan yang dinilai sudah tidak layak dan berpotensi membahayakan keselamatan aparatur maupun masyarakat. 

Sejumlah ruangan dilaporkan tidak dapat difungsikan akibat plafon yang keropos dan ambruk, seperti ruang pelayanan, ruang kepala seksi, hingga ruang ibadah. Akibatnya, aktivitas pelayanan terpaksa dipusatkan dalam satu ruangan yang juga dinilai berisiko.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Sawangan Baru, H. Widodo, menegaskan bahwa kondisi bangunan sudah berada pada tahap mengkhawatirkan dan tidak bisa lagi ditangani dengan perbaikan ringan.

“Ini bukan lagi kerusakan kecil. Plafon sudah banyak yang rapuh dan jebol. Bahkan sebelumnya pernah ambruk dan sempat menimpa pegawai kelurahan. Kami khawatir keselamatan aparat dan warga yang datang untuk mendapatkan pelayanan,” ujar Widodo tegasnya.

Ia mengungkapkan, selama ini upaya perbaikan hanya dilakukan secara swadaya oleh pegawai dan masyarakat, namun tidak menyentuh akar persoalan. Bahkan, beberapa kali staf kelurahan harus menertibkan plafon yang nyaris roboh demi mencegah kejadian yang lebih fatal.

“Pelayanan jadi tidak nyaman. Jangan sampai nanti warga justru menjadi korban saat datang ke kantor kelurahan. Kalau warga yang sampai membersihkan atau menertibkan bangunan, ini justru menjadi beban dan persoalan bagi kelurahan maupun Pemkot Depok,” katanya.

Widodo juga mengaku telah berulang kali mengajukan permohonan pembangunan kantor kelurahan secara menyeluruh, namun hingga kini belum membuahkan hasil. Kondisi tersebut membuat pihaknya merasa kelelahan dan putus asa menghadapi proses pengajuan yang tidak kunjung terealisasi.

“Kami sudah sangat capek mengajukan pembangunan kantor kelurahan. Tidak mungkin sebuah kantor pelayanan publik kondisinya seperti ini terus. Saya berharap tahun ini bisa menjadi prioritas, jangan sampai pegawai kelurahan sendiri takut berada di ruangannya,” tegasnya.

Selain plafon rapuh, kebocoran atap saat hujan juga kerap terjadi, sehingga mengganggu aktivitas kerja para kepala seksi dan staf. Situasi ini dinilai sudah bersifat krusial karena menyangkut keselamatan dan kualitas pelayanan publik.

Widodo turut menyoroti ironi nama “Sawangan Baru” yang tidak sejalan dengan kondisi kantornya.

“Masyarakat sudah lama menginginkan kantor yang representatif, sesuai dengan nama Sawangan Baru. Jangan sampai orang luar datang, kelurahannya ‘baru’, tapi kantornya justru tua dan rusak,” sindirnya.

Ia berharap melalui forum Musrenbang, usulan pembangunan Kantor Kelurahan Sawangan Baru dapat menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Depok, khususnya Dinas Perumahan dan Permukiman (Rumkim).

Namun hingga Musrenbang berakhir, harapan tersebut belum mendapatkan kepastian. Dalam sesi dialog dengan pihak terkait melalui Zoom, jawaban yang disampaikan dinilai belum menjawab substansi persoalan. Bahkan, peserta menilai terjadi kesan saling lempar tanggung jawab antarinstansi.

Sampai saat ini, belum ada kejelasan apakah pembangunan Kantor Kelurahan Sawangan Baru akan masuk dalam skala prioritas pada tahun anggaran mendatang, meski kondisinya dinilai mendesak dan berkaitan langsung dengan keselamatan pelayanan publik.(nez)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses