Dataradio.id| Duser
Gerakan pengelolaan sampah di Kota Depok terus diperkuat. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Depok, Siti Barkah Hasanah, meluncurkan Program Ember Biru, program pengelolaan sampah skala kawasan terintegrasi di Kelurahan Duren Seribu (Duser) Kecamatan Bojongsari, Senin (26/1/2026).
Kegiatan launching yang berlangsung di RW 03 Kelurahan Duren Seribu tersebut dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Reni Siti Nuraini, Camat Bojongsari Suryana Yusup, Lurah Duren Seribu Ahmad Sabani, kader PKK, perwakilan Majelis NU, serta seluruh ketua RW se-Kelurahan Duren Seribu.
Cing Ikah menyampaikan harapannya agar Kelurahan Duren Seribu juga siap menjadi Kampung Kresek, yakni kawasan berbasis masyarakat yang fokus mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus menjadi pusat edukasi pengelolaan sampah.
“Kampung Kresek nanti, sampah organiknya dikelola, sedangkan plastiknya akan kami berikan pelatihan agar kantong kresek bisa diolah menjadi sesuatu yang berharga dan memiliki nilai jual ekonomi,” ujar Cing Ikah.
Ia juga menilai Kelurahan Duren Seribu patut berbangga karena telah menjadi rujukan pengelolaan sampah. Menurutnya, kawasan ini kerap menerima kunjungan dari berbagai daerah, termasuk dari luar kota seperti Makassar, untuk belajar tentang sistem persampahan berbasis masyarakat.
“Insyaallah, kalau kita mau terus bergerak, bukan kita yang mengunjungi mereka, tetapi mereka yang datang mengunjungi kita,” katanya.
Cing Ikah juga mengajak seluruh warga Depok untuk terus menjaga lingkungan dengan membiasakan memilah sampah dari rumah, khususnya memisahkan sampah organik dan anorganik.
“Yuk, kita pilah sampah, khususnya organik seperti sisa sayuran dan sisa makanan,” ajaknya.

Sementara itu, Camat Bojongsari Suryana Yusup menegaskan bahwa pemilahan sampah merupakan bagian dari program wajib Pemerintah Kota Depok. Ia meminta para ketua RT dan RW yang sudah memahami sistem pemilahan untuk aktif mengedukasi warga lainnya.
Menurutnya, tanpa kebiasaan memilah dari sumber, volume sampah akan terus meningkat. Saat ini, lebih dari 800 ton sampah per hari masuk ke TPA Cipayung.
Camat juga menjelaskan bahwa sumber bau dan permasalahan lingkungan sering terjadi karena sampah organik dicampur dengan sampah plastik dan jenis lainnya.
“Jangan mencampur sampah organik dan anorganik. Itu yang menyebabkan bau dan permasalahan lingkungan,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Lurah Duren Seribu Ahmad Sabani menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Depok dan TP-PKK atas dukungan terhadap program kebersihan di wilayahnya.
“Sejak saya menjadi lurah, program pertama saya adalah kebersihan. Alhamdulillah, masyarakat mendukung, dan Pemerintah Kota, Pak Wali Kota serta Cing Ikah sangat mensupport melalui Program Ember Biru ini,” ujarnya.
Ia berharap program tersebut dapat dilaksanakan secara maksimal oleh seluruh warga Duren Seribu, mengingat kekompakan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan selama ini.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Cing Ikah bersama Plt DLHK, camat, dan lurah juga meninjau langsung lokasi budidaya maggot, kolam ikan lele, ayam petelur, serta kegiatan panen raya di lokasi Kelompok Wanita Tani (KWT) RW 03.(nez)


