Aktivis Sekaligus Tokoh Pemuda dan Kader Sarekat Islam ( SI ) Kota Depok Soroti Matinya Kontrol Sosial Demokrasi dan Melemahnya Partisipasi Publik

Supiyadi Ahmad
3 Min Read
Aktivis dan juga tokoh Pemuda serta Kader Sarekat Islam (SI) Kota Depok Bang Iksan

Dataradio.id| Depok 

Aktivis dan juga tokoh Pemuda serta Kader Sarekat Islam (SI) Kota Depok yang dikenal dengan sapaan “Bang Iksan” melontarkan kritik tajam terhadap kondisi Demokrasi dan kontrol sosial di Kota Depok yang dinilai semakin melemah. 

Ia menilai, menurunnya partisipasi publik dalam berbagai forum warga menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan matinya fungsi kontrol sosial di tengah masyarakat.

Dalam pernyataannya kepada media, Bang Iksan menegaskan bahwa sebuah Kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari sejauh mana keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan. “Kota yang besar bukan hanya soal pembangunan, tapi soal partisipasi warganya. Ketika masyarakat mulai apatis, di situlah kontrol sosial perlahan mati,” ujar Bang Iksan.

Ia menyoroti berbagai fenomena yang terjadi di lapangan, seperti minimnya kehadiran warga dalam forum musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang), kurang aktifnya forum warga, hingga rendahnya keberanian masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. 

Kondisi ini, menurutnya, membuka ruang bagi kebijakan publik yang tidak lagi berpihak secara optimal kepada kepentingan masyarakat luas.

Lebih lanjut, Bang Iksan menyebut  bahwa lemahnya kontrol sosial dapat berdampak serius terhadap kualitas demokrasi lokal. Tanpa adanya pengawasan dari masyarakat, transparansi dan akuntabilitas pemerintah berpotensi menurun. 

“Demokrasi itu hidup dari partisipasi. Kalau rakyat diam, maka yang terjadi adalah Demokrasi yang hanya berjalan secara formalitas,” tegasnya lagi.

Ia juga mengajak generasi muda dan salah satunya adalah rekan-rekan Wartawan dan Jurnalis untuk kembali aktif dalam ruang-ruang publik, baik melalui diskusi, organisasi, maupun forum warga, ada dalam Pemerintahan Kota yang tidak mementingkan kebijakan publik kuta kritik. 

Menurutnya, peran anak muda dan Wartawan serta Jurnalis sangat krusial dalam menghidupkan kembali semangat kontrol sosial dan menjaga nilai-nilai demokrasi di tingkat lokal.

“Jangan sampai kita hanya jadi penonton. Kota Depok ini milik kita bersama, dan masa depan Demokrasi juga ada di tangan kita,” tutup Bang Iksan.

Pernyataan Bang Iksan ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat Kota Depok bahwa partisipasi publik merupakan fondasi utama dalam menjaga keseimbangan antara pemerintah dan warga. Tanpa keterlibatan aktif masyarakat, fungsi kontrol sosial akan terus melemah dan berpotensi menggerus kualitas demokrasi itu sendiri.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses