Sekcam Sawangan: Lebaran Depok, Lestarikan Budaya Lokal dan Gerakkan Ekonomi Warga

Supiyadi Ahmad
2 Min Read
Sekcam Sawangan, Aduk Dodol Betawi khas Duren Seribu

Dataradio.id| Sawangan

Rangkaian hari pertama perayaan Lebaran Depok 2026 berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan budaya khas lokal, seperti ubek empang dan ngaduk dodol yang digelar di Jalan Kasiba Lasiba, Kelurahan Pengasinan, perbatasan Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Sawangan, pada Selasa (5/5/2026).

Sekretaris Kecamatan Sawangan, Dzikrulloh Kamali, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Lebaran Depok 2026 yang sebelumnya diawali dengan doa bersama dan santunan anak yatim di kawasan Grand Depok City (GDC).

“Ini rangkaian kegiatan Lebaran Kota Depok tahun 2026. Kegiatannya sangat luar biasa, diawali dengan kegiatan rohani berupa doa bersama di GDC, kemudian hari ini ada ubek empang dan aduk dodol yang dilaksanakan di tiga titik, yakni Tapos, Cipayung, dan Sawangan,” ujar Dzikrulloh.

Menurutnya, kegiatan budaya tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan upaya melestarikan tradisi dan kearifan lokal masyarakat Depok yang sarat nilai kebersamaan dan gotong royong.

“Kita ingin melestarikan budaya yang ada di Kota Depok, karena di dalamnya terdapat nilai-nilai kearifan lokal, seperti keceriaan, kebersamaan, dan semangat gotong royong,” katanya.

Ia menjelaskan, tradisi ngaduk dodol juga memiliki makna filosofis mendalam. Proses mengaduk dodol membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan konsistensi agar hasilnya sempurna.

“ngaduk dodol itu ada filosofinya. Kita harus sabar dan tekun, karena ketika mengaduk lalu berhenti atau terlambat sedikit saja, dodol bisa gosong. Ini mengajarkan kesabaran dan ketelitian,” jelasnya.

Sementara tradisi ubek empang menggambarkan kebiasaan masyarakat tempo dulu dalam menyambut hari raya dengan mencari bahan makanan yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai hidangan Lebaran.

“Dulu, menjelang Lebaran masyarakat menyiapkan hidangan dari hasil yang ada di sekitar, termasuk mencari lauk dari empang dan lingkungan setempat,” tambahnya.

Tak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, Lebaran Depok juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kolaborasi dengan pelaku UMKM lokal.

“Di satu sisi ada hiburan dan kemeriahan, di sisi lain ada bazar UMKM yang diharapkan mendatangkan potensi ekonomi bagi masyarakat. Kuliner yang dijual pun didominasi makanan tradisional khas lokal. Ini sesuatu yang memang harus dijaga dan dilestarikan,” tutupnya.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses