Dataradio.id| Depok
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Kota Depok mulai mematangkan persiapan pelantikan kepengurusan periode 2025–2030 melalui rapat koordinasi yang digelar di Galak Hall, Cimanggis. Selain membahas agenda pelantikan, rapat tersebut juga menjadi langkah awal penyusunan program strategis untuk memperkuat industri musik dan ekosistem seni budaya di Kota Depok.
Rapat yang diikuti jajaran pengurus itu membahas berbagai agenda penting organisasi, mulai dari pembentukan kepanitiaan pelantikan, penguatan administrasi kelembagaan, hingga perumusan program kerja lima tahun ke depan yang berorientasi pada pengembangan musisi lokal dan industri kreatif.
Ketua DPC PAPPRI Depok, Qori Hatmalina, menegaskan bahwa pelantikan kepengurusan baru tidak hanya menjadi seremoni pergantian kepemimpinan, melainkan momentum untuk memulai berbagai program yang berdampak langsung bagi para pelaku musik dan seni di Kota Depok.
“PAPPRI harus hadir sebagai rumah besar bagi para pelaku musik. tidak hanya menjadi wadah berhimpun, tetapi juga mampu membuka peluang, memperkuat jaringan, serta meningkatkan kualitas dan kesejahteraan musisi lokal,” ujar Qori, Kamis (11/06/26).
Menurut Qori, Kota Depok memiliki banyak talenta musik yang potensinya masih perlu didorong agar mampu berkembang lebih optimal. Karena itu, PAPPRI diharapkan dapat menjadi penghubung antara pelaku seni dengan pemerintah, dunia usaha, komunitas kreatif, serta industri hiburan yang lebih luas.
“Dengan mengusung semangat “Musik Membawa Inspirasi”, PAPPRI Depok berkomitmen membangun organisasi yang aktif, produktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan seni budaya di Kota Belimbing”. Imbuh Qori.
Dalam rapat tersebut, pengurus juga menyepakati pembentukan panitia pelaksana pelantikan yang akan bertanggung jawab terhadap seluruh rangkaian kegiatan. Kepanitiaan itu diketuai oleh Berto dengan tugas mempersiapkan kebutuhan teknis maupun administratif guna memastikan pelantikan berjalan sesuai mekanisme organisasi.
Qori menilai soliditas kepengurusan menjadi faktor penting dalam membangun organisasi yang profesional dan berkelanjutan. Karena itu, seluruh pengurus diharapkan terlibat aktif dalam setiap tahapan dan program organisasi.
“Kami ingin membangun PAPPRI yang solid sejak awal. karena itu seluruh pengurus harus terlibat aktif dalam setiap proses dan program yang akan dijalankan ke depan,” katanya.
Selain fokus pada agenda pelantikan, rapat koordinasi juga menghasilkan sejumlah rancangan program prioritas yang akan menjadi arah kerja organisasi selama lima tahun mendatang. Program tersebut mencakup pembinaan talenta muda, peningkatan kapasitas musisi melalui pelatihan, promosi karya-karya lokal, hingga penguatan kolaborasi dengan berbagai komunitas seni dan budaya.
Upaya tersebut dinilai penting untuk menjawab kebutuhan industri kreatif yang terus berkembang dan membutuhkan dukungan organisasi yang mampu berperan sebagai fasilitator sekaligus penggerak bagi para pelaku seni.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, PAPPRI Depok berencana menghadirkan lebih banyak ruang kreatif yang dapat dimanfaatkan musisi untuk berkarya, berkolaborasi, serta memperluas akses pasar bagi karya-karya mereka.
Sementara itu, Sekretaris PAPPRI Depok, Hubertus Fasak, menekankan pentingnya penataan administrasi organisasi menjelang pelantikan. Ia meminta seluruh anggota segera melakukan pembaruan dan inventarisasi data sebagai bagian dari persyaratan administrasi yang akan disampaikan kepada DPW PAPPRI Jawa Barat.
“Kelengkapan administrasi menjadi syarat penting untuk memastikan organisasi berjalan tertib dan sesuai ketentuan. Karena itu kami berharap seluruh anggota dapat segera melengkapi data yang dibutuhkan,” ujarnya.
Menurut Hubertus, tata kelola administrasi yang baik merupakan fondasi penting dalam membangun organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Pada kesempatan yang sama, Bendahara PAPPRI Depok, Bunda Yuyun, mengingatkan pentingnya pengelolaan anggaran yang efektif dan efisien dalam setiap kegiatan organisasi. Ia menilai semangat gotong royong dan kebersamaan harus menjadi kekuatan utama agar seluruh program organisasi dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Dengan berbagai langkah konsolidasi yang mulai dilakukan, PAPPRI Depok optimistis dapat menghadirkan organisasi yang lebih solid, adaptif, dan mampu menjadi motor penggerak perkembangan musik serta seni budaya di Kota Depok selama periode kepengurusan 2025–2030.


