Kelurahan Pondok Petir Mendapatkan Bantuan Satu Gerobak Motor Listrik Dari PLN Peduli

Supiyadi Ahmad
3 Min Read
Lurah Pondok Petir menerima satu unit gerobak motor listrik dari PLN peduli.(foto: drnews)

Dataradio.id| Pondok Petir

Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, kembali mendapatkan bantuan dari PLN melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk berbagai peralatan untuk mendukung penanganan bencana, kebersihan lingkungan, hingga pengelolaan sampah.

Bantuan diterima Kelurahan Pondok Petir pada Rabu (7/10/2026). Sebelumnya, wilayah tersebut juga telah mendapatkan bantuan berupa perahu karet dari PLN Peduli.

Lurah Pondok Petir, Rengga Nugraha Rojali, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari program TJSL PLN Peduli yang menyasar wilayah yang pernah mengalami atau berpotensi terdampak bencana.

“Kelurahan Pondok Petir mendapatkan Program TJSL PLN Peduli. Terkait kelurahan atau desa yang ada atau sempat mengalami bencana, dibantu oleh PLN melalui TJSL berupa barang,” ujar Rengga.

Menurutnya, total bantuan yang diterima Kelurahan Pondok Petir mencapai sekitar Rp150 juta. Bantuan tersebut terdiri dari satu unit gerobak motor listrik, tiga unit mesin potong rumput, perahu karet beserta perlengkapannya, serta berbagai peralatan kebersihan.

“Alhamdulillah, total nominal semuanya sekitar Rp150 juta. Kita mendapatkan satu motor gerobak listrik, tiga mesin potong rumput, perahu karet dan pelampung, serta alat-alat kebersihan yang menunjang kebersihan lingkungan,” katanya.

Rengga menjelaskan, bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendukung kegiatan penanganan bencana, tetapi juga untuk menjaga kebersihan lingkungan dan membantu pengelolaan sampah di wilayah Pondok Petir.

Ia mengatakan pengalaman banjir besar yang terjadi pada Agustus tahun sebelumnya menjadi salah satu alasan pentingnya kesiapan sarana evakuasi di tingkat kelurahan. Saat itu, sejumlah wilayah Pondok Petir, termasuk kawasan Villa Pamulang dan Kali Angke, terdampak banjir dengan ketinggian air yang mencapai dua meter.

“Pengalaman kita pada Agustus tahun lalu, banjir terparah sampai dua meter itu ada di Villa Pamulang banjir berasal dari Kali Angke. Jadi sebelum ada bantuan dari Tagana, Damkar, atau pihak lainnya, minimal kita punya peralatan sendiri yang bisa digunakan untuk mengevakuasi warga apabila terjadi banjir lagi,” jelasnya.

Meski demikian, Rengga berharap bencana banjir besar tidak kembali terjadi. Menurutnya, keberadaan peralatan tersebut menjadi bagian dari upaya kesiapsiagaan apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat.

Untuk operasional dan penyimpanan seluruh bantuan, kata Rengga, peralatan tersebut akan ditempatkan di Kantor Kelurahan Pondok Petir. Namun, penggunaannya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat sepanjang sesuai dengan kebutuhan dan peruntukannya.

“Untuk operasionalnya tetap ditaruh di kelurahan. Kalau ada kegiatan Jumat Bersih (Jumsi), atau warga, RT maupun RW membutuhkan dan ingin meminjam, dipersilakan,” pungkasnya.(nez)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses