Bantaran Kali di Kelurahan Mampang Dipenuhi Sampah, DLHK Depok Didesak Segera Turun Tangan

Supiyadi Ahmad
3 Min Read
Kondisi bantaran kali di wilayah Kelurahan Mampang

Dataradio.id| Depok

Kondisi bantaran kali di wilayah Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, memprihatinkan. Tumpukan sampah yang berserakan di sepanjang aliran kali menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan segera dari pemerintah dan kesadaran masyarakat.

Berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, kantong kresek, karung bekas, kemasan makanan hingga limbah lainnya, tampak menumpuk di bantaran kali. Sebagian bahkan berada dekat dengan aliran air.
Kondisi tersebut tidak hanya merusak pemandangan dan mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga berpotensi mencemari lingkungan, menimbulkan bau tidak sedap serta menjadi sumber penyakit.

Damay Yanti, warga sekitar menilai persoalan sampah di bantaran kali tidak boleh dianggap sepele karena berkaitan langsung dengan kebersihan, kesehatan, dan keselamatan masyarakat.

“Sampah yang menumpuk berpotensi terbawa arus dan menyumbat aliran air. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko genangan hingga banjir apabila terjadi penyumbatan,” tegas Damay, pada Kamis (5/11/2026).

Ia juga menyoroti dampak sampah plastik dan limbah anorganik yang sulit terurai terhadap kualitas lingkungan dan ekosistem perairan.

Damay mendesak Pemerintah Kota Depok, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), segera turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan penanganan.

“Pemerintah harus segera melakukan penanganan langsung. Sampah yang menumpuk harus segera dibersihkan dan diangkut,” tegasnya.

Namun, menurutnya, penanganan tidak cukup hanya dengan membersihkan sampah. Pemerintah juga perlu menelusuri sumber penumpukan, mengevaluasi sistem pengelolaan sampah serta memperkuat pengawasan agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Koordinasi antara DLHK, Kecamatan Pancoran Mas, Kelurahan Mampang, pengurus RT/RW, dan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan penanganan yang berkelanjutan.

Sebab, pembersihan tanpa pengawasan dan perbaikan sistem hanya akan menjadi solusi sementara. Jika kebiasaan membuang sampah sembarangan terus dibiarkan, bantaran kali berpotensi kembali menjadi tempat pembuangan sampah.

Di sisi lain, persoalan ini tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dengan tidak menjadikan bantaran kali dan aliran air sebagai tempat pembuangan sampah.

Edukasi mengenai pengelolaan dan pemilahan sampah, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, hingga kedisiplinan membuang sampah pada tempatnya perlu terus digencarkan. Peran RT/RW, tokoh masyarakat, dan komunitas lingkungan juga dibutuhkan untuk membangun kepedulian warga.

Kondisi bantaran kali di Kelurahan Mampang seharusnya menjadi alarm bagi semua pihak. Jangan menunggu sampah semakin menggunung, aliran air tersumbat, dan banjir terjadi baru dilakukan tindakan.

Pemerintah dituntut hadir dengan langkah nyata, sementara masyarakat wajib menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan. Menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.(nez)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses