Dataradio.id| Bedahan
Upaya meningkatkan kreativitas sekaligus membuka peluang ekonomi bagi generasi muda terus dilakukan di lingkungan masyarakat. Salah satunya melalui pelatihan sablon yang digelar bagi pemuda di RW 02, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kreativitas kepemudaan yang bersumber dari anggaran program RW sebesar Rp300 juta. Dari anggaran tersebut, sekitar Rp10 juta dialokasikan untuk pelaksanaan pelatihan sablon.
Pelatihan yang berlangsung selama satu hari itu digelar di wilayah RT 02/02, Kelurahan Bedahan, pada Minggu (4/10/2026). Sebanyak 15 peserta dari unsur Karang Taruna, RT, dan kelompok masyarakat (pokmas) mengikuti kegiatan tersebut. Pelaksanaan pelatihan turut disaksikan pihak kelurahan dengan menghadirkan Ruly, narasumber dari wilayah Serpong, sebagai pemateri.

Ketua RW 02, Maralih Nursahid mengatakan pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan semata, tetapi dapat menjadi langkah awal bagi pemuda untuk menciptakan peluang usaha dan lapangan pekerjaan.
“Dengan adanya kegiatan ini, mudah-mudahan anak muda di RW 02 dapat menciptakan lapangan kerja atau mendapatkan peluang kerja. Setidaknya, mereka bisa memiliki kemampuan di bidang sablon yang nantinya dapat dikembangkan menjadi usaha,” ujar Maralih.
Menurutnya, keterampilan sablon memiliki peluang ekonomi yang cukup terbuka karena kebutuhan terhadap produk kreatif seperti kaus, atribut komunitas, kegiatan masyarakat, hingga berbagai kebutuhan promosi terus berkembang.
Maralih berharap para peserta dapat mengembangkan keterampilan yang diperoleh sehingga ke depan mampu menjalankan usaha secara mandiri. Dengan demikian, kegiatan pemberdayaan pemuda tidak hanya menghasilkan keterampilan baru, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.
“Harapannya ke depan bisa lebih maju dan berkembang. Usahanya dapat berjalan lancar, kemudian bisa menambah modal agar semakin baik dan berkembang,” katanya.

Ia menambahkan, dari pelatihan yang diberikan, para peserta dinilai cukup mudah memahami materi, mulai dari proses membuat desain hingga membuat film untuk kebutuhan sablon.
Perkembangan teknologi juga dinilai semakin memudahkan generasi muda dalam mengembangkan usaha kreatif. Kehadiran teknologi kecerdasan buatan (AI), misalnya, dapat dimanfaatkan untuk membantu proses pencarian ide, pembuatan desain, hingga pengembangan produk kreatif.
“Secara kemampuan, rata-rata peserta cukup mudah memahami materi pelatihan, mulai dari cara membuat desain sampai membuat film sablon. Sekarang juga sudah dipermudah dengan teknologi AI, sehingga anak muda memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha sablon,” jelasnya.
Pelatihan tersebut diharapkan menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan anggaran pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar, pemuda diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru.(nez)


